ASAL USUL DANAU TOBA
Kita tahu bahwa cerita tentang
terjadinya danau toba,sangat banyak beredar dikalangan masyarakyat
![]() |
| Add caption |
Dan
kali ini saya akan menceritakan kejadian yang sebenanarnya,dan kenapa saya
bilang yang sebenarnya, karena narasumber kali ini benar-benar asli penduduk sekeliling
danau toba tersebut, dan saya sendiri masih kelahiran ditoba. ada beberapa
narasumber, dan disini saya simpulkan tentang terjadinya danau toba.
Kita tahu danau toba terletak di provinsi
Sumatera Utara ini mendapat predikat sebagai danau terbesar di Asia Tenggara.
Hingga saat ini daya tarik alamnya yang mempesona menjadikan lokasi ini menjadi
wisata yang menarik bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri.
Pada umumnya mayoritas
masyarakat yang tinggal disekitar daerah Danau Toba bersuku Batak dengan ragam profesi
sebagian besar adalah sebagai petani, pedagang dan nelayan. Bagi Anda yang
ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana Danau Toba
tercipta.
Berikut cerita rakyat saya rangkum
dari berbagai versi legenda yang beredar di masyarakat luas tentang asal usul Danau
Toba.
Di sebuah desa di
wilayah Sumatera Utara di Tapanuli, tinggallah seorang laki-laki bernama Toba
hidup seorang diri di gubuk kecil. Toba adalah seorang petani yang
sangat rajin bekerja setiap hari menanam sayuran kebunnya sendiri.
Hari demi hari, tahun
demi tahun umur semakin bertambah, petani tersebutpun mulai merasa bosan hidup
sendiri. Terkadang untuk melepaskan kepenatan diapun sering pergi memancing ke
sungai besar dekat kebunnya.
Menjelang siang setelah
selesai memanen beberapa sayuran dikebunnya diapun berencana pergi kesungai
untuk memancing. Peralatan untuk memancing sudah dipersiapkannya, ditengah
perjalanan dia sempat bergumam dalam hati berkata, “seandainya aku memiliki
istri dan anak tentu aku tidak sendirian lagi hidup melakukan pekerjaan ini
setiap hari. Ketika pulang dari kebun, makanan sudah tersedia dan disambut anak
istri, oh betapa bahagianya”
Sampailah dia dimana
tempat biasa dia memancing, mata kail dilempar sembari menunggu, angannya tadi
tetap mengganggu konsentrasinya. Tidak beberapa lama tiba-tiba kailnya
tersentak, sontak dia menarik kailnya. Diapun terkejut melihat ikan
tangkapannya kali ini.
“Wow, sunggu besar
sekali ikan mas ini. Baru kali ini aku mendapatkan ikan seperti ini” Teriaknya
sembari menyudahi kegiatan memancing dan diapun segera pulang.
Setibanya di gubuk
kecilnya, pemuda itupun meletakkan hasil tangkapannya di sebuah ember besar.
Betapa senangnya dia, ikan yang dia dapat bisa menjadi lauk untuk beberapa
hari. Diapun bergegas menyalakan api di dapur, lalu kembali untuk mengambil
ikan mas yang ditinggalnya di ember besar. Betapa terkejutnya dia melihat
kejadian tersebut. Ember tempat ikan tadi dipenuhi uang koin emas yang sangat banyak,
diapun terkejut dan pergi ke dapur. Disanapun dia kaget setengah mampus, ada
sosok perempuan cantik berambut panjang. “Kamu Siapa?”
“Aku adalah ikan engkau
pancing di sungai tadi, uang koin emas yang diember tadi adalah sisik-sisik
yang terlepas dari tubuhku. Sebenarnya aku adalah seorang perempuan yang
dikutuk dan disihir oleh seorang dukun karena aku tidak mau dijodohkan. Karena
engkau telah menyelamatkan aku dan mengembalikan aku menjadi seorang manusia,
maka aku rela menjadi istrimu” kata ikan tadi yang kini sudah menjelma kembali
menjadi seorang perempuan berparas cantik dan berambut panjang.
Ini suatu kebetulan,
selama ini aku mengharapkan seorang pendamping hidup untuk tinggal bersama-sama
menjalankan kehidupan berumatangga kata petani tersebut. Maka iapun setuju
memperistri perempuan cantik tersebut.
Perempuan berparas
cantik tadi juga mengutarakan kepada petani tadi sebuah syarat dan sumpah bahwa
jika suatu hari nanti ketika engkau marah, engkau tidak boleh mengutarakan
bahwa asal-usulku dari seekor ikan kepada siapapun. Sebab jika engkau
mengatakan itu, maka akan terjadi petaka dan bencana besar di desa ini. Petani
itupun menyanggupinya, dan akhirnya mereka menikah.
Hari demi hari merekapun
hidup bahagia, apa yang diharapkan petani selama ini pun sudah terwujud dan
diapun merasa bahagia sekali. Sampai merekapun dikaruniai seorang anak
laki-laki dan mereka memberi namanya samosir.
Samosirpun tumbuh besar,
diapun sudah bisa membantu orangtuanya bertani. Setiap hari Samosir disaat
siang selalu mengantarkan makan siang buat ayahnya yang sudah dimasakin oleh
ibunya.
Suatu hari, siang itu
petani sudah merasa lelah dan lapar sembari menunggu Samosir datang
mengantarkan bekal siang. Tidak biasanya, kali ini Samosir terlambat
mangantarkan bekal orangtuanya. Diperjalanan Samosir mencium bekal yang
dibawanya untuk orangtuanya, kelihatannya enak masakan ibu hari ini, gumamnya.
Samosirpun mencicipi masakan ibunya, dia tidak sadar bekal itu dimakan hampir habis.
Samosirpun tersentak dan
bergegas menuju kebun ayahnya. Dia melihat ayahnya sudah kelaparan dan
kehauasan. Merasa berat, Samosirpun memberikan bekal kepada ayahnya. Dan
terkejutlah ayahnya melihat isi bekal yang diberikan Samosir.
“Iya, Among. samosir tadi lapar dan aku makan, masakan
Inong sekali rasanya” kata Samosir kepada ayahnya yang terlihat emosi. Spontan
ayahnya marah dan melempar bekal yang sudah kosong tadi sembari berkata kepada
Samosir: “Kurang ajar kau Samosir, dasar anak ikan kau ini”.
Samosirpun menangis dan
pergi berlari menuju rumah menemui ibunya. Ibu, ibu , ayah marah besar Samosir
disebut anak ikan. Kata Samosir kepada ibunya. Ibunyapun menangis, sektika itu
ibunya menyuruh Samosir berlari ke sebuah bukit diketinggian. Lalu hujanpun
semakin deras, angin kencang, gemuruh dan petirpun menyambar-nyambar seketika
itu.
Airpun meluap sampai
menenggelamkan seluruh desa itu. Sumpah itu dilanggar, akhirnya tengenanglah
seluruh desa itu dan genangan itu berbuah menjadi danau, yang kini disebut
Danau Toba. Lalu pulau tempat samosir berlindung disebutlah PULAU SAMOSIR
ASAL USUL DANAU TOBA
Reviewed by wisata indonesia
on
5/27/2018 04:59:00 AM
Rating:
Reviewed by wisata indonesia
on
5/27/2018 04:59:00 AM
Rating:


Tidak ada komentar